Langsung ke konten utama

Food Regulation and Consumer Protection

Keamanan pangan sangatlah penting karena pangan yang aman, bermutu dan bergizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan, pemeliharaan dan penigkatan derajat kesehatan serta kecerdasan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat perlu dilindugi dari pangan-pangan yang dapat merugikan dan/ atau membahayakan kesehatan manusia.
Dalam sebuah industri pangan, peraturan dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Peraturan administratif
Peraturan ini mengatur tentang perizinan suatu usaha, ketenagakerjaan persero, domisili usaha, dan lain sebagainya.
  • Peraturan operasional
Peraturan ini mengatur tentang aturan penggunaan Bahan Tambahan Pangan atau BTP seperti bahan pengawet, pewarna, pemanis, dan lain sebagainya.
Pihak yang berwenang sebagai regulator yaitu membuat regulasi dan juga sebagai esekutor atau yang mengeksekusi dalam bidag pangan di Indonesia yaitu Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Salah satu contoh peran BPOM pada kasus yang terjadi belum lama ini yaitu ditemukannya cacing Anisakis pada sejumlah merek ikan sarden atau mackerel kalengan. Peristiwa ini dinilai dapat mengancam keamanan konsumen sehingga BPOM berhak untuk menarik ijin edar produk ikan kalengan tersebut dari pasaran. Namun tidakan ini dapat memberikan kecemasan yang berlebihan bagi masyarakat sehingga akan mempengaruhi reputasi industri terkait atau bahkan pada produk serupa. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika tidakan tersebut diiringi dengan kegiatan edukatif seperti informasi tentang cara pengolahan yang baik dan benar produk kalengan sehingga masyarakat mengetahui bagaimana cara untuk mengolah produk kalengan yang baik dan benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Ekspor-Impor Barang

Peraturan yang mengatur tentang perdagangan luar negeri yang melibatkan ekspor dan impor yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Sedangkan impor merupakan kegiatan memasukkan barang dari daerah pabean.  Tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan ekspor barang yaitu: ¯   Melakukan pengecekan barang untuk menkonfirmasi apakah barang tersebut boleh diekspor ke negara tujuan atau tidak ¯   Melakukan pengecekan daftar HS (Harmonized System). Tujuan pengecekan HS ini yaitu untuk menyamakan persepsi produk yang diperdagangkan secara internasional ¯   Melakukan pengecekan perlu atau tidaknya karantina barang yang akan di ekspor ¯   Mendapatkan Phytosanitary Certificate dengan cara melakukan pengurusan NIK di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kemudian menyiapkan dokumen (termasuk NIK, SIU, NPWP, TDP, daftar kemasan, invoice), serta membuat PEB (Pemberitahuan E...

Tiga Generasi Dalam Pengadaan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan manusia, begitu pula dengan pengadaan pangan. S ecara garis besar p engadaan pangan dapat dikelompokkan menjadi 3 generasi. Generasi I (pertama) yaitu merupakan tahapan sebelum penanaman dilakukan. Generasi ini merupakan kegiatan sebelum budidaya bahan makanan dilakukan seperti ternak dan tanaman yang biasa mengarah pada pengoptimalan bibit-bibit. Kegiatan yang dimaksud yaitu seperti rekayasa genetika pada bibit tanaman, perkawinan silang, seleksi bibit unggul, dan juga cara pembentukan bibit unggul lainnya. Generasi II (kedua) merupakan tahapan dimana penyiapan bibit mulai dilakukan untuk dibudidayakan hingga masa panen tiba. Pada generasi ini cenderung mengarah pada hal-hal berkaitan dengan teknis cara budidaya yang baik seperti pada ternak maupun hasil bumi. Kegiatan yang dilakukan pada generasi ini seperti cara bertanam dan pemeliharaan yang baik ataupun pedoman lainnya yang dapat meningkatka...

Mid Test (UTS)

Senin,12 Oktober 2015  Hari dan tanggal diatas merupakan hari pertama bagi kami para mahasiswa Surya Univesity angkatan 2015 mengikuti UTS untuk pertama kalinya di tingkat universitas. Pada pagi hari, kami mengikuti UTS agama. Dan tepat pada pukul 14.30, kelas NFT A 2015 mengikuti UTS Pengantar Teknologi Pangan (PTP) dengan dosen pengampu kami yaitu Dr. Albert Kuhon.  Entah mengapa saya merasa suasana dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Wajah-wajah nervous kami tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya UTS Pengantar Teknologi Pangan ini berbeda dari mata kuliah lainnya. Jika mata kuliah lain UTSnya dilakukan dengan ujian tulis, mata kuliah PTP ini mengharuskan kami untuk presentasi dedepan kelas dan dosen pengampu kami. Kami diwajibkan mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dipilih sendiri oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya sendiri telah menyiapkan dua materi yang salah satunya diundi dan satunya lagi dipilih berdasarkan keputusan kelompok. Materi ters...