Langsung ke konten utama

Second Week

Memasuki minggu kedua dunia perkuliahan, tugas, laporan, dan PR mulai menumpuk. Harus pintar-pintar bagi waktu untuk menyicil tugas yang banyak. 

Pada pertemuan kedua mata kuliah PTP (Pengantar Teknologi Pangan), Pak Albert Kuhon menjelaskan tentang food processing yaitu pengolahan pangan. Terdapat tujuh proses yaitu; pengeringan, pemotongan, pengawetan, pengemasan, pencucian, pemilahan dan pemanasan/pendinginan.

Ada dua jenis proses pengeringan yaitu secara tradisional dan modern. Proses pengeringan secara tradisional yaitu dengan menggunakan energi matahari. Sedangkan cara modern dengan menggunakan mesin pemanas. Kedua cara ini memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing. Keuntungan cara tradisional kita tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk alatnya namun jika di teliti lebih dalam hasil pangan yang di jemur menggunakan matahari terbuka terdapat mikroba yang banyak.

Proses pemotongan untuk pangan sekarang ini semakin canggih. Di luar negeri sudah banyak industri pangan yang menggunakanmesin-mesin yang canggih untuk memotong bahan pangan seperti sapi, babi,ikan dan lainnya. Teknik dalam proses pemotongan juga penting untuk diketahui. Pemotongan lebih mudah dilakukan pada saat kondisi beku seperti pada pemotongan daging sapi. Namun tidak semua bahan pangan cocok dengan teknik ini contohnya ikan.

Ada banyak cara untuk mengawetkan pangan. Pengawetan pangan dapat dilakukan dengan penambahan garam (NaCl), sterilisasi, fermentasi, dan pengasapan. Penambahan garam pada bahan pangan disebut dapat mengawetkan makanan karena garam dapat menaikkan tekanan osmotik sehingga menurunkan resiko cepatnya pembusukan makanan. Sterilisasi dapat dilakukan dengan pemanasan. Pada proses fermentasi tempe ada dua cara yaitu fakultatif aerob dan fakultatif anaerob.
Proses pengasapan dapat membunuh bakteri, seperti juga pada proses penggaraman. Namun daya awet dari proses ini tergantung pada lamanya pengasapan dan volume asap.

Proses pengemasan dalam industri pangan sangatlah penting. Peroses pengemasan bukan hanya mementingkan tampilan luar produk saja, tetapi juga bagaimana kemasan tersebut melindungi produknya. Kemudian ada proses pencucian. roses pencucian ini dilakukan dengan sistem pemurnian, yaitu membersihkan zat pengotor.

Pada jaman yang sudah canggih ini, proses pemilahan sudah banyak dilakukan dengan alat sortex. Alat sortex merupakan alat pemilah atau penyortir elektronik. Alat pemilah ini dapat memilah berdasarkan ukuran, baik dai yang kecil sedang hingga besar.

Ada juga proses pemanasan dan pendinginan. Proses pemanasan terkait dengan proses sterilisasi, pemanasan juga membentuk aroma, ekstraksi,dan pemasakan. Proses pendinginan memiliki keterkaitan dengan proses pemotongan. Dalam kasus pemotongan daging sapi, akan lebih mudah dilakukan jika daging dalam keadaan beku.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiga Generasi Dalam Pengadaan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan manusia, begitu pula dengan pengadaan pangan. S ecara garis besar p engadaan pangan dapat dikelompokkan menjadi 3 generasi. Generasi I (pertama) yaitu merupakan tahapan sebelum penanaman dilakukan. Generasi ini merupakan kegiatan sebelum budidaya bahan makanan dilakukan seperti ternak dan tanaman yang biasa mengarah pada pengoptimalan bibit-bibit. Kegiatan yang dimaksud yaitu seperti rekayasa genetika pada bibit tanaman, perkawinan silang, seleksi bibit unggul, dan juga cara pembentukan bibit unggul lainnya. Generasi II (kedua) merupakan tahapan dimana penyiapan bibit mulai dilakukan untuk dibudidayakan hingga masa panen tiba. Pada generasi ini cenderung mengarah pada hal-hal berkaitan dengan teknis cara budidaya yang baik seperti pada ternak maupun hasil bumi. Kegiatan yang dilakukan pada generasi ini seperti cara bertanam dan pemeliharaan yang baik ataupun pedoman lainnya yang dapat meningkatka...

Mid Test (UTS)

Senin,12 Oktober 2015  Hari dan tanggal diatas merupakan hari pertama bagi kami para mahasiswa Surya Univesity angkatan 2015 mengikuti UTS untuk pertama kalinya di tingkat universitas. Pada pagi hari, kami mengikuti UTS agama. Dan tepat pada pukul 14.30, kelas NFT A 2015 mengikuti UTS Pengantar Teknologi Pangan (PTP) dengan dosen pengampu kami yaitu Dr. Albert Kuhon.  Entah mengapa saya merasa suasana dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Wajah-wajah nervous kami tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya UTS Pengantar Teknologi Pangan ini berbeda dari mata kuliah lainnya. Jika mata kuliah lain UTSnya dilakukan dengan ujian tulis, mata kuliah PTP ini mengharuskan kami untuk presentasi dedepan kelas dan dosen pengampu kami. Kami diwajibkan mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dipilih sendiri oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya sendiri telah menyiapkan dua materi yang salah satunya diundi dan satunya lagi dipilih berdasarkan keputusan kelompok. Materi ters...

Faktor yang Mempengaruhi Budaya Makanan

Setiap daerah pasti memiliki budaya masing-masing yang berbeda. Perbedaan ini dapat mempengaruhi budaya makanan setiap daerah. Gaya hidup atau perilaku pangan dapat dipengaruhi oleh berbagai factor seperti: 1.      Agama Agama yang dianut dapat mempengaruhi kebiasaan pangan masyarakat.   Terdapat beberapa agama yang memiliki batasan tersendiri mengenai pangan yang dianggap dapat dikonsumsi dan tidak dapat/sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi. Sebagai contoh penganut Islam tidak mengonsumsi makanan yang dianggap tidak halal seperti babi, penganut Buddha menghindari mengonsumsi produk hewani dengan menjadi vegetarian., penganut Hindu tidak mengonsumsi sapi karena sapi merupakan hewan yang suci atau sakral menurut kepercayaan agama Hindu. 2.      Ekonomi Ekonomi memegang peranan penting bagi kesejahteraan masyarakat. Tingkat perekonomian suatu negara dapat mempengaruhi kebiasan atau perilaku pangan masyarakatnya. Masyarakat negara ...