Langsung ke konten utama

Pengawetan Makanan dan Mutu Bahan Pangan - 5th week

Pada minggu ke lima ini, kami mulai diajarkan tentang pengawetan makanan. ada pengawetan pada suhu tinggi juga pengawetn dengan suhu rendah. Dalam pengawetan suhu tinggi ada dua cara yaitu pasteurisasi dan sterilisasi. Secara teori, pasteurisasi merupakan salah satu metode pengawetan pangan deng membunuh bakteri patogen dengan suhu yang tinggi berkisar 65 derajat sampai dengan 100 derajat Celcius. Pasteurisasi hanya membunuh bakteri patogen saja sedangkan bakeri baiknya tidak. Sementara sterilisasi dilakukan dengan suhu diatas 100 derajat Celcius yang berarti dalam hitungan detik dapat membunuh semua bakteri baik yang jahat dan yang baik. Oleh karena hal inilah yang menyebabkan produk seperti sarden, kornet dan lainnya menggunakan metode sterilisasi, bukan pasteurisasi. Jika dilakukan pasteurisasi, tidak semua mikrobanya mati, sehingga besar kemungkinan produk akan cepat rusak. Jadi untuk mengurangi resiko kerusakan produuk, dilakukanlah sterilisasi agar semua mikrobanya mati. Caontoh lain dari pengawetan dengan suhu tinggi yaitu yaitu dalam pembuatan susu UHT-ST (Ultra High Temperature-Short Time). UHT ini merupakan metode pengwetan dengan suhu tinggi sehingga dalam hitugan detik saja mikroba langsung mati. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar produk dapat mempertahankan kualitasnya dalam jangka waktu yang lama.

Jika pengawetan makanan dengan suhu tinggi dapat membuat mikrobanya mati, sedangkan pada pengawetan dengan suhu rendah, mirkroba tidak mati melainkan menjadi non-aktif. Mikroba akan aktif kembali jika suhu rungan kembai pada suhu normal.

Enzimasi atau Browning merupakan hal sering dijumpai oleh masyarakat umum ketika menyimpan buah-buahan seperti apel dan pir tanpa kulit. Enzimasi erupakan enzim pada buah yang menyebabkan browning atau kecoklatan pada  buah yang dibarkan tanpa kulit. Browning ini sendiri merupakan salah satu dari reaksi oksidasi. Namun hal ini dapat dicegah dengan blanching, yaitu mencelupkan buah dalam air panas beberapa detik dengan tujuan menonaktifkan enzim sehingga tidak dapat beroksidasi dan tidak terjadi browing. Selain itu dapat juga dilakukan dengan penggaraman dan yang terakhir dengan meyimpan buah pada suhu yang rendah.

Cara pembuatan wine (anggur) :
  1. Buah anggur di jus, lalu ambil sari buahnya
  2. Kemudian disterilisasi dan diberikan gula. Kemudian sari anggur dicampur dengan mikroba saccharomyces cerevicae.
  3. Pada proses fermentasi, kandungan gula akan diubah menjadi alkohol. Kadar rata-rata wine yaitu 12,9 %.
  4. Setelh kadar alkohol sekitar 12,9%, wine kemudian di peram agar terbentuk warna, rasa, dan aroma, serta terbentuk endapan dari sisa sel-sel mikroba dan sari buah anggur Endapan ini kemudian disentrifusi shingga endapan dapat hilang dan terbentuk wine murni.
Ada banyak hal yang mempengaruhi mutu bahan pangan/food quality yaitu rasa, aroma tekstur, warna, tingkat kesegaran, gizi, daya simpan, dan kemasan. Tidak hanya hal-hal tersebut yang empengaruhi kualitas, suatu pangan kualitasnya juga dippengaruhi dari faktor eksternal yaitu harga, merk, emosi, bahaya, selera, higienis, peraturan, pelayanan atau kepuasan.  Mutu pangan sendiri depengaruhi secaa langsung oleh :
  1. bahan dasar dan bahan tambahan
  2. pengolahan/pemrosesan
  3. komposisi (vitamin, karbohidrat, protein, dan lainnya)
  4. penyimpanan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Ekspor-Impor Barang

Peraturan yang mengatur tentang perdagangan luar negeri yang melibatkan ekspor dan impor yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Sedangkan impor merupakan kegiatan memasukkan barang dari daerah pabean.  Tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan ekspor barang yaitu: ¯   Melakukan pengecekan barang untuk menkonfirmasi apakah barang tersebut boleh diekspor ke negara tujuan atau tidak ¯   Melakukan pengecekan daftar HS (Harmonized System). Tujuan pengecekan HS ini yaitu untuk menyamakan persepsi produk yang diperdagangkan secara internasional ¯   Melakukan pengecekan perlu atau tidaknya karantina barang yang akan di ekspor ¯   Mendapatkan Phytosanitary Certificate dengan cara melakukan pengurusan NIK di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kemudian menyiapkan dokumen (termasuk NIK, SIU, NPWP, TDP, daftar kemasan, invoice), serta membuat PEB (Pemberitahuan E...

Tiga Generasi Dalam Pengadaan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan manusia, begitu pula dengan pengadaan pangan. S ecara garis besar p engadaan pangan dapat dikelompokkan menjadi 3 generasi. Generasi I (pertama) yaitu merupakan tahapan sebelum penanaman dilakukan. Generasi ini merupakan kegiatan sebelum budidaya bahan makanan dilakukan seperti ternak dan tanaman yang biasa mengarah pada pengoptimalan bibit-bibit. Kegiatan yang dimaksud yaitu seperti rekayasa genetika pada bibit tanaman, perkawinan silang, seleksi bibit unggul, dan juga cara pembentukan bibit unggul lainnya. Generasi II (kedua) merupakan tahapan dimana penyiapan bibit mulai dilakukan untuk dibudidayakan hingga masa panen tiba. Pada generasi ini cenderung mengarah pada hal-hal berkaitan dengan teknis cara budidaya yang baik seperti pada ternak maupun hasil bumi. Kegiatan yang dilakukan pada generasi ini seperti cara bertanam dan pemeliharaan yang baik ataupun pedoman lainnya yang dapat meningkatka...

Mid Test (UTS)

Senin,12 Oktober 2015  Hari dan tanggal diatas merupakan hari pertama bagi kami para mahasiswa Surya Univesity angkatan 2015 mengikuti UTS untuk pertama kalinya di tingkat universitas. Pada pagi hari, kami mengikuti UTS agama. Dan tepat pada pukul 14.30, kelas NFT A 2015 mengikuti UTS Pengantar Teknologi Pangan (PTP) dengan dosen pengampu kami yaitu Dr. Albert Kuhon.  Entah mengapa saya merasa suasana dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Wajah-wajah nervous kami tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya UTS Pengantar Teknologi Pangan ini berbeda dari mata kuliah lainnya. Jika mata kuliah lain UTSnya dilakukan dengan ujian tulis, mata kuliah PTP ini mengharuskan kami untuk presentasi dedepan kelas dan dosen pengampu kami. Kami diwajibkan mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dipilih sendiri oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya sendiri telah menyiapkan dua materi yang salah satunya diundi dan satunya lagi dipilih berdasarkan keputusan kelompok. Materi ters...