Langsung ke konten utama

Analisis Pangan - 4th Week

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia sebagi sumber zat gizi yang penting bagi tubuh.
Analisis pangan dapat diartikan sebagai upaya penguraian dan pengukuran kandungan zat gizi di dalam bahan pangan. Pemerintah mewajibkan industri-industri pangan untuk melakukan analisa pangan guna  menganalisis atau mengetahui bagaimana mutu/kualitas bahan pangan. Selain itu analisis pangan juga dilakukan dengan alasan pengemasan label produk. Analisis pangan juga dilakukan untuk mengembangkan atau riset dibidang pangan.

Analisis pangan dibagi menjadi tiga macam, yaitu analisis secara fisika, kimiawi, dan sensori. Analisis secara fisika dilakukan untuk mengalisa tekstur suatu bahan pangan, bentuknya, dan warna pangan tersebut. Analisis secara kimiawi dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak kandungan atau kadar suatu zat dalam suatu produk pangan. Sementara analisis pangan secaara sensori yaitu analisa yang menggunakan indera perasa seperti asin, manis, asam, dan lainnya. Analisa pangan sensori juga menganalisa keras lembutnya suatu panganan.

Analisis pangan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan cara tradisional, modern, dan non destruktif. Cara non destruktif dapat digunakan jika bahan yang diteliti ingin digunakan kembali sehigga tidak boleh rusak.

Untuk menguji kadar alkohol  ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu menghitung kadar alkohol dengan menggunakan mesin dan cara kedua yaitu dengan mengandalkan seseorang yang ahli dalam mencicipi alkohol, namun jika melakukan cara kedua ini hasilnya pasti tidak akurat. Menghitung kadar alkohol dengan menggunakan mesin dapat dilakukan dengan tahap-tahap berikut. Pertama, uap kan alkohol dengan dipanaskan dengan suhu 70°C. Pemanasan alkohol ini tidak boleh dilakukan dengan suhu diatas 70°C, jika hal tersebut teradi maka air juga akan ikut menguap. Kemudian uap alkohol akan mengalir ke dalam pipa yang menyalurkan uap alkohol ke tempat penampungan alkohol murni.

Model analisis dipengaruhi oleh otoritas atau regulasi pemeriksa, contohnya yaitu sertifikasi halal. Variasi kadar  yang terkandung berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu unsur hara yang berbeda, tempat atau  habitat, metode dan umur.

Analisis protein dapat dilakukan dengan dua cara. Yang pertama dengan cara Kjeldahl  yaitu penghancuran protein dengan menggunakan asam/basa kuat. Dalam kondisi basa, amoia diuapkan dan kemudian ditangkap dengan larutan asam, sehingga dapat dihitung kadar proteinnya. Cara kedua yaitu metode Lowry yang merupakan pengmbangan dari metode biuret. Keuntungan menggunakan metode Lowry ini  yaitu lebih sensitif 100 kali daripada metode Biuret  sehingga lebih sedikit memerlukan sampel protein.

Analisis lemak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan Salfonifikasi yaitu mereaksikan lemak dengan basa sehingga terbentuklah sabun. Kemudian setelah menjadi sabun dapat ditaksirkan jumlah kadar lemaknya. Cara yang selanjutnya yaitu ekstraksi solvent yang paling sering digunakan untuk isolasi lemak dan mentukan jumlah kandungan lemak.

 Analisis karbohidrat  dapat dihitung dengan cara mengitung sisanya selain lemak, protein, air, dan abu.


Dalam proses produksi pangan ada dua macam proses yaitu continue system dan discontinue system.
Continue system proses produksi yang berlanjut secara terus menerus nonstop contohya yaitu pemerahan susu sapi dengan autorotor. Sementara discontinue system yaitu  ada jeda dalam proses produksinya contohnya seperti proses pemerahan santan.

Dalam pembelajaran proses produksi pangan, para mahasiswa di putarkan video pembelajaran mengenai produksi susu sapi menggunakan mesin autorotor yang canggih, juga produksi makanan di katering Fly Emirates, sebuah perusahaan penerbangan timur tengah, dan juga katering di perusahaan penerbangan Swiss Airlines.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Ekspor-Impor Barang

Peraturan yang mengatur tentang perdagangan luar negeri yang melibatkan ekspor dan impor yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Sedangkan impor merupakan kegiatan memasukkan barang dari daerah pabean.  Tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan ekspor barang yaitu: ¯   Melakukan pengecekan barang untuk menkonfirmasi apakah barang tersebut boleh diekspor ke negara tujuan atau tidak ¯   Melakukan pengecekan daftar HS (Harmonized System). Tujuan pengecekan HS ini yaitu untuk menyamakan persepsi produk yang diperdagangkan secara internasional ¯   Melakukan pengecekan perlu atau tidaknya karantina barang yang akan di ekspor ¯   Mendapatkan Phytosanitary Certificate dengan cara melakukan pengurusan NIK di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kemudian menyiapkan dokumen (termasuk NIK, SIU, NPWP, TDP, daftar kemasan, invoice), serta membuat PEB (Pemberitahuan E...

Tiga Generasi Dalam Pengadaan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan manusia, begitu pula dengan pengadaan pangan. S ecara garis besar p engadaan pangan dapat dikelompokkan menjadi 3 generasi. Generasi I (pertama) yaitu merupakan tahapan sebelum penanaman dilakukan. Generasi ini merupakan kegiatan sebelum budidaya bahan makanan dilakukan seperti ternak dan tanaman yang biasa mengarah pada pengoptimalan bibit-bibit. Kegiatan yang dimaksud yaitu seperti rekayasa genetika pada bibit tanaman, perkawinan silang, seleksi bibit unggul, dan juga cara pembentukan bibit unggul lainnya. Generasi II (kedua) merupakan tahapan dimana penyiapan bibit mulai dilakukan untuk dibudidayakan hingga masa panen tiba. Pada generasi ini cenderung mengarah pada hal-hal berkaitan dengan teknis cara budidaya yang baik seperti pada ternak maupun hasil bumi. Kegiatan yang dilakukan pada generasi ini seperti cara bertanam dan pemeliharaan yang baik ataupun pedoman lainnya yang dapat meningkatka...

Mid Test (UTS)

Senin,12 Oktober 2015  Hari dan tanggal diatas merupakan hari pertama bagi kami para mahasiswa Surya Univesity angkatan 2015 mengikuti UTS untuk pertama kalinya di tingkat universitas. Pada pagi hari, kami mengikuti UTS agama. Dan tepat pada pukul 14.30, kelas NFT A 2015 mengikuti UTS Pengantar Teknologi Pangan (PTP) dengan dosen pengampu kami yaitu Dr. Albert Kuhon.  Entah mengapa saya merasa suasana dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Wajah-wajah nervous kami tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya UTS Pengantar Teknologi Pangan ini berbeda dari mata kuliah lainnya. Jika mata kuliah lain UTSnya dilakukan dengan ujian tulis, mata kuliah PTP ini mengharuskan kami untuk presentasi dedepan kelas dan dosen pengampu kami. Kami diwajibkan mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dipilih sendiri oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya sendiri telah menyiapkan dua materi yang salah satunya diundi dan satunya lagi dipilih berdasarkan keputusan kelompok. Materi ters...