Langsung ke konten utama

A Sweet Sustainable Solution: Perubahan Budaya Masyarakat Tondano





Video tersebut merupakan sebuah video dokumenter yang menunjukkan perubahan positif yang dibawakan oleh seorang peneliti kehutanan (forestry engineer) yaitu Dr. Willie Smits terhadap budaya masyarakat daerah Tondano (Sulawesi Utara). Willie Smits adalah seorang peneliti lingkungan dengan pengalaman di hutan tropis selama lebih dari 30 dengan maksimal. Beliau membangun pabrik yang dapat meniningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memproduksi gula aren. Selain itu, pabrik yang dibangun menerapkan prinsip zero waste sehingga mampu menyediakan banyak kebutuhan infrastruktur masyarakat melalui teknologi yang sederhana namun efisien.

Di daerah Sulawesi Utara, awalnya nira aren hanya dimanfaatkan untuk pembuatan tuak dan dijual, sedangkan sebagian kecilnya diolah menjadi gula merah. Masyarakat di daerah Tondano dikenal sebagai pengkonsumsi tuak bahkan dari usia mudaKemudian Dr. Willie Smits mulai memperkenalkan teknologi pengolahan nira aren menjadi gula aren dan bioethanol. Teknologi yang diperkenalkan oleh Dr. Willie tersebut mampu mengubah budaya minum-minum masyarakat tersebut. Nira aren yang dipanen oleh masyarakat tidak lagi diolah menjadi tuak, namun diproses menjadi gula aren dan bioetanol. Dr. Willie juga mengenalkan teknologi zero-waste dalam proses pengolahan nira aren tersebut.

Teknologi bebas limbah (zero waste) ini mengelola hasil samping dari pembuatan gula merah ada menjadi bioethanol yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Perubahan ini juga merupakan sebuah contoh perubahan budaya setempat karena adanya pengaruh dari pihak luar yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Ekspor-Impor Barang

Peraturan yang mengatur tentang perdagangan luar negeri yang melibatkan ekspor dan impor yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Sedangkan impor merupakan kegiatan memasukkan barang dari daerah pabean.  Tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan ekspor barang yaitu: ¯   Melakukan pengecekan barang untuk menkonfirmasi apakah barang tersebut boleh diekspor ke negara tujuan atau tidak ¯   Melakukan pengecekan daftar HS (Harmonized System). Tujuan pengecekan HS ini yaitu untuk menyamakan persepsi produk yang diperdagangkan secara internasional ¯   Melakukan pengecekan perlu atau tidaknya karantina barang yang akan di ekspor ¯   Mendapatkan Phytosanitary Certificate dengan cara melakukan pengurusan NIK di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kemudian menyiapkan dokumen (termasuk NIK, SIU, NPWP, TDP, daftar kemasan, invoice), serta membuat PEB (Pemberitahuan E...

Tiga Generasi Dalam Pengadaan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan manusia, begitu pula dengan pengadaan pangan. S ecara garis besar p engadaan pangan dapat dikelompokkan menjadi 3 generasi. Generasi I (pertama) yaitu merupakan tahapan sebelum penanaman dilakukan. Generasi ini merupakan kegiatan sebelum budidaya bahan makanan dilakukan seperti ternak dan tanaman yang biasa mengarah pada pengoptimalan bibit-bibit. Kegiatan yang dimaksud yaitu seperti rekayasa genetika pada bibit tanaman, perkawinan silang, seleksi bibit unggul, dan juga cara pembentukan bibit unggul lainnya. Generasi II (kedua) merupakan tahapan dimana penyiapan bibit mulai dilakukan untuk dibudidayakan hingga masa panen tiba. Pada generasi ini cenderung mengarah pada hal-hal berkaitan dengan teknis cara budidaya yang baik seperti pada ternak maupun hasil bumi. Kegiatan yang dilakukan pada generasi ini seperti cara bertanam dan pemeliharaan yang baik ataupun pedoman lainnya yang dapat meningkatka...

Mid Test (UTS)

Senin,12 Oktober 2015  Hari dan tanggal diatas merupakan hari pertama bagi kami para mahasiswa Surya Univesity angkatan 2015 mengikuti UTS untuk pertama kalinya di tingkat universitas. Pada pagi hari, kami mengikuti UTS agama. Dan tepat pada pukul 14.30, kelas NFT A 2015 mengikuti UTS Pengantar Teknologi Pangan (PTP) dengan dosen pengampu kami yaitu Dr. Albert Kuhon.  Entah mengapa saya merasa suasana dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Wajah-wajah nervous kami tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya UTS Pengantar Teknologi Pangan ini berbeda dari mata kuliah lainnya. Jika mata kuliah lain UTSnya dilakukan dengan ujian tulis, mata kuliah PTP ini mengharuskan kami untuk presentasi dedepan kelas dan dosen pengampu kami. Kami diwajibkan mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dipilih sendiri oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya sendiri telah menyiapkan dua materi yang salah satunya diundi dan satunya lagi dipilih berdasarkan keputusan kelompok. Materi ters...