Langsung ke konten utama

Nanotechnology in Food


Nanoteknologi merupakan suatu bidang ilmu yang masih terbilang baru di Indonesia. Teknologi nano melibatkan manipulasi materi pada skala yang sangat kecil, yaitu antara 1 hingga 100 nanometer. Dalam industri pangan, nanoteknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam berbagai bidang seperti nanopolimer, nanokomposit, dan nanostructured coatings di bagian pengemasan makanan, nanosensor, nanobiosensor, nanoemulsi, dan lainnya. Pembuatan nanomaterial dapat dilakukan secara top down dan bottom up. Top down merupakan pembuatan nanomaterial dengan pemecahan dari partikel yang lebih besar menjadi partikel nano baik secara fisik atau kimiawi dengan cara penggilingan mekanis atau homogenisasi. Misalnya seperti pemecahan globula lemak pada produk susu. Sedangkan metode bottom up dilakukan dengan menggabungkan partikel yang berukuran lebih kecil dengan metode kristalisasi, deposisi lapis demi lapis, ekstraksi, evaporasi pelarut, self-assembly, sintesis mikrobial, dan reaksi biomassa.


Berikut contoh aplikasi nanoteknologi pada pangan: 
¯  Nanoemulsi
Nanoemulsi merupakan emulsi dengan rata-rata ukuran droplet lebih kecil dari 200 nm yang bersifat tidak tahan panas, sehingga pada proses produksinya membutuhkan energi yang cukup besar untuk mempertahankan interaksi permukaan minyak atau air. Ukuran droplet-droplet kecil pada emulsi memberikan sifat reologi dan sifat tekstural yang unik dan bersifat transparan, sehingga penggunaan lemak pada produk makanan lebih sedikit. Mengurangi ukuran partikel senyawa bioaktif juga dapat meningkatkan avaibilitas, mengantarkan sifat propertis, kelarutan bioaktif, serta  meningkatkan stabilitas seperti mikronutrien selama pemrosesan, penyimpanan, dan distribusi.
¯  Nanoenkapsulasi
Nanoenkapsulasi merupakan sebuah teknologi untuk mengenkapsulasi suatu senyawa dalam ukuran kecil. Biasanya mengacu kepada kemasan bioaktif dalam ukuran nano yang berpotensi untuk meningkatkan bioavailbilitas pada suatu senyawa. Nanoenkapsulasi juga dapat menjaga stabilitas suatu enzim agar tidak mudah terdegradasi, melindungi dan menutupi flavor, dan meratakan bahan makanan dalam sistem aqueous pada dispersi bahan yang tidak larut air.
¯  Nanopackaging
Lapisan polietilen nanokomposit yang dilapisi atau ditambahkan nanopartikel Ag digunakan dalam penelitian sehingga dapat memperpanjang umur simpan bahan pangan dengan menyerap dan mendekomposisi gas etilen. Selain itu, nanopartikel Ag memiliki efek antimikrobial terhadap mikroorganisme Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Pendapat masyarakat mengenai penggunaan nanoteknologi dalam bidang pangan masih kontroversial. Hal ini disebabkan banyak yang berpendapat bahwa nanoteknologi memiliki kelebihan seperti stabilitas dan efisiensi dalam enkapsulasi, meningkatkan kelarutan, dan pencegahan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Namun persepsi negatif mengenai nanoteknologi juga turut bermunculan yaitu efek toksik dari interaksi bahan kimia yang kontak langsung dengan bahan pangan, perpindahan partikel nano ke lingkungan, dan infeksi paru-paru akibat terpapar partikel nano yang berukuran sangat kecil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mid Test (UTS)

Senin,12 Oktober 2015  Hari dan tanggal diatas merupakan hari pertama bagi kami para mahasiswa Surya Univesity angkatan 2015 mengikuti UTS untuk pertama kalinya di tingkat universitas. Pada pagi hari, kami mengikuti UTS agama. Dan tepat pada pukul 14.30, kelas NFT A 2015 mengikuti UTS Pengantar Teknologi Pangan (PTP) dengan dosen pengampu kami yaitu Dr. Albert Kuhon.  Entah mengapa saya merasa suasana dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Wajah-wajah nervous kami tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya UTS Pengantar Teknologi Pangan ini berbeda dari mata kuliah lainnya. Jika mata kuliah lain UTSnya dilakukan dengan ujian tulis, mata kuliah PTP ini mengharuskan kami untuk presentasi dedepan kelas dan dosen pengampu kami. Kami diwajibkan mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dipilih sendiri oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya sendiri telah menyiapkan dua materi yang salah satunya diundi dan satunya lagi dipilih berdasarkan keputusan kelompok. Materi ters...

Undang-Undang dalam Industri Pangan

Dalam industry pangan terdapat banyak sekali peraturan yang berlaku. Peraturan-peraturan tersebut tersusun dalam beberapa Undang-Undang yang berlaku untuk setiap industry pangan di Indonesia. Beberapa contoh undang-undang yang berkaitan erat dengan industry pangan yaitu: 1.     Undang-Undang Perseroan Terbatas UU ini mengatur tentang pendirian, proses manajemen, organisasi, serta biaya yang menyangkut Perseroan Terbatas. UU ini datur dalam UU nomor 40 tahun 2007. 2.     Undang-Undang Ketenagakerjaan UU ini mengatur tentang upah minimum masing-masing daerah, kontrak kerja dan juga BPJS. 3.     Undang-Undang Perpajakan UU ini mengatur tentang kewajiban pajak yang perlu dilakukan oleh industry tersebut 4.     Undang-Undang Perbankan UU ini mengatur tentang peminjaman uang yang dilakukan oleh perusahaan 5.     Undang-Undang Perdagangan UU ini mengatur tentang proses jual beli antar penjual dna p...

Green Supply Chain Management (GSCM)

Kegiatan bisnis atau industri dapat menimbulkan ancaman terhadap lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Berapa contoh nyata pengaruh kegiatan bisnis terhadap lingkungan yaitu cemaran limbah , emisi karbon monoksida, senyawa beracun, dan bentuk lain nya dari polusi industri. D istribusi dan logistik atau lebih dikenal dengan Green Supply Chain Management (GSCM) telah memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perdagangan dunia. Terlebih lagi persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya khususnya dari segi distribusi dan logistik. P ersaingan ini terletak dari bagaimana sebuah perusahaan dapat menerapkan proses-proses dari penciptaan produk atau jasa yang lebih murah, memiliki mutu lebih baik, dan lebih cepat untuk memperolehnya (cheaper, better and faster) dibandingkan pesaing bisnisnya. Manajemen rantai pasokan hijau (GSCM) merupakan sebuah inovasi...