Langsung ke konten utama

Based of Pyramid (BOP)


Salah satu tanggung jawab yang perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan keberlanjutan rantai pasok. Dalam beberapa tahun terakhir, isu mengenai keberlanjutan (sustainability) dan pemberantasan kemiskinan semakin menjadi perhatian. Manajemen bisnis kini mulai berkembang untuk memberantas kemiskinan sekaligus. Para ahli mengacu pada sebuah konsep manajemen yang disebut Base of Pyramid (BoP).
BoP menggambarkan konsumen dari sebuah bisnisnya sebagai tingkat dasar piramida yang juga menggambarkan pendapatan dunia juga mewakili sebagian besar orang yang hidup dalam kondisi ekstrim dan kemiskinan. Penelitian ini merangkul masyarakat miskin dalam kontribusinya untuk memberantas kemiskinan dan menjawab isu keberlanjutan. Perlunya peningkatan ada peningkatan daya beli konsumen utama yang berada di dasar piramida menjadi dasar dari penelitian ini.

Sumber: Prahalad, 2005 

Prahalad dan Hard memperkenalkan konsep Based of The Pyramid (BoP)pada tahun 2002 sebagai sebuah konsep yang mengacu pada kewirausahaan dengan tujuan sosial yaitu pembangunan dan pemberantasan kemiskinan. Pengenalan konsep ini mendapatkan respon yang sangat baik dari akademisi, para pebisnis dari berbagai industry besar dan lainnya. BoP sendiri juga merupakan sebuah cara untuk membuka jalan bagi rakyat miskin untuk berubah dan berinovasi. Pembangunan juga perlu dilakukan dengan merangkul perusahaan mikro, kecil, dan menengah untuk turut berperan dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat miskin.
Tujuan dari konsep BoP ini dapat diartikan sebagai pembangunan yang berkelanjutan yang dapat dilakukan dengan peningkatan pendapatan dan standar hidup masyarakat miskin. Konsep BoP ini sudah mulai diterapkan pada perusahaan-perusahaan multinasional. Salah satu contoh hasil penerapan dari BoP ini yaitu suatu industry atau perusahaan multinasional memberikan beasiswa sekolah kepada masyarakat miskin yang kemudian didukung untuk bekerja pada perusahaan cabang di negara lain yang masih berkembang. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa tujuan dari BoP untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan keberlanjutan dari perusahaan tersebut dapat tercapai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Ekspor-Impor Barang

Peraturan yang mengatur tentang perdagangan luar negeri yang melibatkan ekspor dan impor yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Sedangkan impor merupakan kegiatan memasukkan barang dari daerah pabean.  Tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan ekspor barang yaitu: ¯   Melakukan pengecekan barang untuk menkonfirmasi apakah barang tersebut boleh diekspor ke negara tujuan atau tidak ¯   Melakukan pengecekan daftar HS (Harmonized System). Tujuan pengecekan HS ini yaitu untuk menyamakan persepsi produk yang diperdagangkan secara internasional ¯   Melakukan pengecekan perlu atau tidaknya karantina barang yang akan di ekspor ¯   Mendapatkan Phytosanitary Certificate dengan cara melakukan pengurusan NIK di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kemudian menyiapkan dokumen (termasuk NIK, SIU, NPWP, TDP, daftar kemasan, invoice), serta membuat PEB (Pemberitahuan E...

Tiga Generasi Dalam Pengadaan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan manusia, begitu pula dengan pengadaan pangan. S ecara garis besar p engadaan pangan dapat dikelompokkan menjadi 3 generasi. Generasi I (pertama) yaitu merupakan tahapan sebelum penanaman dilakukan. Generasi ini merupakan kegiatan sebelum budidaya bahan makanan dilakukan seperti ternak dan tanaman yang biasa mengarah pada pengoptimalan bibit-bibit. Kegiatan yang dimaksud yaitu seperti rekayasa genetika pada bibit tanaman, perkawinan silang, seleksi bibit unggul, dan juga cara pembentukan bibit unggul lainnya. Generasi II (kedua) merupakan tahapan dimana penyiapan bibit mulai dilakukan untuk dibudidayakan hingga masa panen tiba. Pada generasi ini cenderung mengarah pada hal-hal berkaitan dengan teknis cara budidaya yang baik seperti pada ternak maupun hasil bumi. Kegiatan yang dilakukan pada generasi ini seperti cara bertanam dan pemeliharaan yang baik ataupun pedoman lainnya yang dapat meningkatka...

Mid Test (UTS)

Senin,12 Oktober 2015  Hari dan tanggal diatas merupakan hari pertama bagi kami para mahasiswa Surya Univesity angkatan 2015 mengikuti UTS untuk pertama kalinya di tingkat universitas. Pada pagi hari, kami mengikuti UTS agama. Dan tepat pada pukul 14.30, kelas NFT A 2015 mengikuti UTS Pengantar Teknologi Pangan (PTP) dengan dosen pengampu kami yaitu Dr. Albert Kuhon.  Entah mengapa saya merasa suasana dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Wajah-wajah nervous kami tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya UTS Pengantar Teknologi Pangan ini berbeda dari mata kuliah lainnya. Jika mata kuliah lain UTSnya dilakukan dengan ujian tulis, mata kuliah PTP ini mengharuskan kami untuk presentasi dedepan kelas dan dosen pengampu kami. Kami diwajibkan mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dipilih sendiri oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya sendiri telah menyiapkan dua materi yang salah satunya diundi dan satunya lagi dipilih berdasarkan keputusan kelompok. Materi ters...