Langsung ke konten utama

Bahan Tambahan Pangan dan Bisnis dalam Industri Pangan

Pada pertemuan Pengantar Teknologi Pangan yang lalu, kelas NFT A membahas tentang Bahan Tambahan Pangan atau Makanan biasa disebut BTM. Bahan Tambahan Pangan sendiri ada banyak macamnya yaitu,  dari segi lavor atau aroma, rasa, warna dan lain-lain.

Kalau dari segi aroma atau flavor bahan tambahan pangan bisa yang alami maupun yang buatan. Contoh bahan tambahan pangan yang alami yaitu vanili, daun pandan, dan kencur. Sementara yang buatan seperti essence pisang ambon, stoberi, leci, dan lainnya.

Dari segi warna pun ada bahan tambahan pangan yang alami dan buatan. Yang alami yaitu daun suji memberikan warna hijau, kunyit memberikan warna kuning, kluwek memberikan warna cokelat, buah naga merah dan angkak memberikan warna merah. Sementara yang buatan yaitu pasta warna untuk makanan yang banyak digunakan untuk membuat kue.

Dari segi rasa juga ada yang alami dan buatan. Contoh yang alami yaitu kunyit, jahe, kencur, lengkuas dan masih banyak lagi. Sementara yang buatan ada penyedap makanan seperti MSG.

Ada 2 golongan besar  dalam bahan tambahan pangan yaitu golongan yang tidak boleh digunakan untuk pangan dan juga golongan yang diijinkan tapi dalam jumlah yang terbatas. Contoh bahan tambahan pangan yang yidak boleh digunakan yaitu pewarna tekstil. Pewarna tekstil tidak dibuat untuj tujuan pangan oleh karena itu pewarna tekstil berbahaya bagi tubuh manusia. Sementara contoh golongan yang yang boleh digunakan tapi dalam jumlah terbatas yaitu kafein. Kafein yang berlebih tidak baik bagi kesehatan tubuh terutama kesehatan jantung.

Selain mempelajari bahan tambahan pangan, kami juga di berikan materi tentang bisnis dalam industri pangan.  Industri pangan sendiri tak luput dari dunia pertanian dan kemaritiman. Kita juga di beri pengetahuan tentang pengembangan secara on side dan off side. Dibahas juga tentang business plan dan strategy guide. Bagaimana cara menghitung harta yang kita punya, menghitung profit, dan cash flow. Kita juga dijelaskan apa saja sih yang dicari oleh investor. Dan yang paling penting kita diberitahukan tentang apa yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis yang tentunya akan sangat berguna di masa yang akan datang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Ekspor-Impor Barang

Peraturan yang mengatur tentang perdagangan luar negeri yang melibatkan ekspor dan impor yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Sedangkan impor merupakan kegiatan memasukkan barang dari daerah pabean.  Tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan ekspor barang yaitu: ¯   Melakukan pengecekan barang untuk menkonfirmasi apakah barang tersebut boleh diekspor ke negara tujuan atau tidak ¯   Melakukan pengecekan daftar HS (Harmonized System). Tujuan pengecekan HS ini yaitu untuk menyamakan persepsi produk yang diperdagangkan secara internasional ¯   Melakukan pengecekan perlu atau tidaknya karantina barang yang akan di ekspor ¯   Mendapatkan Phytosanitary Certificate dengan cara melakukan pengurusan NIK di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kemudian menyiapkan dokumen (termasuk NIK, SIU, NPWP, TDP, daftar kemasan, invoice), serta membuat PEB (Pemberitahuan E...

Tiga Generasi Dalam Pengadaan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan manusia, begitu pula dengan pengadaan pangan. S ecara garis besar p engadaan pangan dapat dikelompokkan menjadi 3 generasi. Generasi I (pertama) yaitu merupakan tahapan sebelum penanaman dilakukan. Generasi ini merupakan kegiatan sebelum budidaya bahan makanan dilakukan seperti ternak dan tanaman yang biasa mengarah pada pengoptimalan bibit-bibit. Kegiatan yang dimaksud yaitu seperti rekayasa genetika pada bibit tanaman, perkawinan silang, seleksi bibit unggul, dan juga cara pembentukan bibit unggul lainnya. Generasi II (kedua) merupakan tahapan dimana penyiapan bibit mulai dilakukan untuk dibudidayakan hingga masa panen tiba. Pada generasi ini cenderung mengarah pada hal-hal berkaitan dengan teknis cara budidaya yang baik seperti pada ternak maupun hasil bumi. Kegiatan yang dilakukan pada generasi ini seperti cara bertanam dan pemeliharaan yang baik ataupun pedoman lainnya yang dapat meningkatka...

Mid Test (UTS)

Senin,12 Oktober 2015  Hari dan tanggal diatas merupakan hari pertama bagi kami para mahasiswa Surya Univesity angkatan 2015 mengikuti UTS untuk pertama kalinya di tingkat universitas. Pada pagi hari, kami mengikuti UTS agama. Dan tepat pada pukul 14.30, kelas NFT A 2015 mengikuti UTS Pengantar Teknologi Pangan (PTP) dengan dosen pengampu kami yaitu Dr. Albert Kuhon.  Entah mengapa saya merasa suasana dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Wajah-wajah nervous kami tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya UTS Pengantar Teknologi Pangan ini berbeda dari mata kuliah lainnya. Jika mata kuliah lain UTSnya dilakukan dengan ujian tulis, mata kuliah PTP ini mengharuskan kami untuk presentasi dedepan kelas dan dosen pengampu kami. Kami diwajibkan mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dipilih sendiri oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya sendiri telah menyiapkan dua materi yang salah satunya diundi dan satunya lagi dipilih berdasarkan keputusan kelompok. Materi ters...